![]() |
![]() |
| Home
| Profile | Bukit Az-Zikra
| Berita | Hikmah | Gallery | Contact
|
|
| Hikmah | |
|
QANA'AH Oleh : Muhammad A.Saefulloh, MA Hidup
mulia dalam pandangan Allah SWT sejatinya dapat dicapai dengan
mengedepankan sikap qana’ah. Mereka yang bersikap qana’ah akan
selalu merasa cukup dan ridha atas pemberian Allah SW. Ini perwujudan
rasa syukur yang hakiki. Dalam realitas kehidupan saat ini yang hedonistic, kebanyakan orang akan merasa sulit bersikap qana’ah. Sebab, keberhasilan hidup hanya dilihat dan sudut pendang sempit, bertolok ukur dari sekadar atribut duniawi, seperti kekayaan harta, pangkat dan jabatan. Bagi yang tak bersikap qana’ah, niscaya pikirannya hanya dipenuhi angan-angan tinggi yang melalaikan. Selalu merasa kurang dan tidak cukup, sehingga muncul sikap serakah. Juga dibarengi rasa dengki atas karunia Allah SWT kepada orang lain. Tak
jarang pula untuk mewujudkan keinginannya, seseorang melakukan tindakan
menyimpang dari jalan –Nya. Akibatnya, keinginan yang diraih, tak
memberikan keberkahan hidup. Sebaliknya,
itu akan mengakibatkan seseorang jatuh dalam kehinaan dan kesengsaraan
hidup. “Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada
yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa
yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang” ( QS Yunus 10 : 107 ). Ayat diatas merupakan jaminan Allah SWT atas karunia-Nya yang akan memberikan ketentraman hati. Tidka perlu ada kecemasan dan kekhawatiran, sehingga sikap qana’ah akan selalu melekat kuat. “Lihatlah
kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat orang
yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak
meremehkan nikmat Allah” ( HR Bukhari-Muslim ). Dalam hadist itu , Rasullah SAW amat menekankan agar dalam urusan duniawi, kita melihat kepada orang yang lebih rendah. Jangan melihat yang lebih tinggi. Ini
akan memberikan kesadaran bahwa karunia nikmat Allah SWT telah banyak
diberikan agar umat senantiasa bersyukur kepada Nya, pantang berkeluh
kesah maupun pantang
berputus asa menjalani kehidupan. Sikap qana’ah hendaknya tak diartikan pasif dan pasrah secara total dalam menyikapi keadaan yang dihadapi. “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin sesungguhnya dia telah beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka sesungguhnya ia telah merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin, maka sesungguhnya ia terlaknat.” ( HR Dailami ). Rasulullah
SAW telah memberikan dorongan dan motivasi untuk meraih kemajuan, tapi
masih dalam bingkai qana’ah. Selalu bersikap optimistis dalam
menghadapi kehidupan dengan ikhtiar dan bertawakal kepada-Nya merupakan
jalan terbaik. ---##--- Muhammad
A.Saefulloh, MA adalah asatidz Majelis Azzikra dan Kepala Madrasah
Aliyah YAPINA alternative Islamic Schools Bojongsari Sawangan Depok Jawa
Barat. Madrasah Aliyah (MA) YAPINA Alternatif Islamic Schools merupakan
Madrasah (sekolah) yang mengintegrasikan hati, akal dan emosi dalam
praktek kehidupan, sehingga terjadi proses insani yang bertaqwa, cerdas,
kreatif, inovatif dan mandiri.
|
|
|
@Bukit Az-zikra 2009 |
|