![]() |
![]() |
| Home
| Profile | Bukit Az-Zikra
| Berita | Hikmah | Gallery | Contact
|
|
| Hikmah | |
|
IKHLAS Oleh : Muhammad A.Saefulloh, MA “
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan
supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian
Itulah agama yang lurus.”
(QS.Al-Bayyinah
[98] :5) Ikhlas
merupakan kata kunci seseorang yang takut kepada Allah, karena
keikhlasan adalah syarat mutlak diterimanya ibadah seseorang. Kendati
bersimbah peluh berkuah keringat, menghabiskan tenaga, terkuras pikiran,
jika tidak ikhlas, tidak ada nilainya disisi Allah. Menafkahkan seluruh
harta jika hanya ingin disebut dermawan, tidak akan memiliki nilai
apapun. Seseorang aktifis ibadah, tetapi ia tampakkan wajahnya yang
pucat, tubuhnya yang kering, agar ia disebut sebagai orang yang begitu
serius dalam masalah agama, bahkan ketika bicara dengan suara yang
direndahkan, senyumnya diramah-ramahkan, sementara dihatinya tidak sama
sekali ada denyut nadi Allah, melainkan hanya agar disebut sebagai sosok
yang dekat dengan Allah, agar disebut sebagai hamba yang religius, tidak
akan memiliki nilai apapun disisi Allah. Apakah
definisi ikhlas itu ? Secara bahasa ikhlas terambil dari akar kata kholasha,
khulushon, khalashon yang berkonotasi murni dan terbebas dari
kotoran. Kata ikhlas menunjukkan makna murni, bersih, terbebas dari
segala sesuatu yang mencampuri dan mengotorinya. ikhlas adalah
mengesampingkan pandangan manusia dengan senantiasa mengarahkan tujuan
kepada Allah SWT, menyelaraskan antara perbuatan zahid dan bathin, tidak
menyertakan kepentingan pribadi ataupun imbalan duniawi dari apa yang di
lakukan. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak
menerima amalan kecuali jika (dilakukan) dengan penuh keikhlasan serta
ditujukan untuk mendapatkan ridha-Nya”.(alhadis). Karena itu Imam
Ali ra mengungkapkan bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang
memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Senada
dengan Imam Ali, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa ikhlas adalah memfokuskan
tujuan dan maksud (dari amalannya) hanya kepada Allah, melaksanakan
ketaatan hanya kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Rasulullah
SAW mengucapkan selamat kepada al mukhlisin (orang-orang yang ikhlas),
yaitu orang-orang yang bila hadir tidak dikenal, bila tidak hadir
dicari-cari, mereka pelita hidayah, mereka selalu selamat dari fitnah
kegelapan.(HR.Baihaki). Lalu
apa tanda keikhlasan itu, Zunun al-Misry mengungkapkan ada tiga tanda
keikhlasan, yaitu manakala orang yang bersangkutan memandang pujian dan
celaan manusia sama saja, melupakan amal ketika beramal, dan jika ia
lupa akan haknya untuk memperoleh pahala diakhirat karena amal baiknya.
Sedangkan Syeikh al-Munajid meringkas tentang tanda-tanda ikhlas, yaitu
bersemangat untuk beramal demi agama, amalan yang dilakukan secara
diam-diam lebih banyak dari yang terang-terangan, bersegera untuk
beramal dan meraih pahala, sabar untuk menahan diri dan tidak mengeluh,
bertekad untuk menyembunyikan amal kebaikan, melakukan sesuatu dengan
baik dan maksimal ketika sedang sendiri, dan memperbanyak amalan dikala
sendiri. Agar
kita menjaga hamba Allah yang ikhlas, para ulama memberikan kiat-kiat
agar kita menjadi hamba-Nya yang ikhlas, yaitu : menyadari bahwa kita
hanyalah hamba Allah, bukan hamba diri sendiri, juga bukan hamba berhala
yang banyak bercokol dihati, memposisikan Allah dan Rasul sebagai
prioritas utama dalam segala hal, ingat bahwa kemampuan kita beribadah
hanyalah semata anugerah Allah bukan ciptaan kita, manusia berkehendak,
Allah berkehendak dan yang berlaku adalah kehendak Allah, bergaul dengan
hamba Allah yang ikhlas, istiqomah dalam beribadah, dan selalu berdo’a
agar Allah berikan keikhlasan dalam diri. Semoga Allah memberikan
karunia keikhlasan dalam setiap aktifitas dan ibadah yang kita lakukan. ---##--- Muhammad
A.Saefulloh, MA adalah asatidz Majelis Azzikra dan Kepala Madrasah
Aliyah YAPINA alternative Islamic Schools Bojongsari Sawangan Depok Jawa
Barat. Madrasah Aliyah (MA) YAPINA Alternatif Islamic Schools merupakan
Madrasah (sekolah) yang mengintegrasikan hati, akal dan emosi dalam
praktek kehidupan, sehingga terjadi proses insani yang bertaqwa, cerdas,
kreatif, inovatif dan mandiri.
|
|
|
@Bukit Az-zikra 2009 |
|